25% Payout to @steem.amal || Betterlife || The Diary Game || Selasa, 22 Juni 2021 || Rutinitas.
Hallo Steemian...
Assalamu'alaikum...
Apakabar semua, aku harapkan kalian baik-baik semua dan terus bahagia.
Di hari ini aku langsung saja bercerita tentang ketika aku bangun tidur. Adzan subuh berkumandang, langsung saja aku bangun, mandi dan mengerjakan 2 rakaat ku, tak lupa juga setelah shalat aku pun berdoa semoga di mudahkan rezeki ku.
Seusai itu langsung aku ke pasar membuka kede, dengan yakin den se giat-giatnya aku pun langsung membuat mie aceh sebanyak 50 kg, dengan penuh rasa keikhlasan dan ketulusan dari lubuk hati ku yang paling dalam aku membuat mie aceh hingga selesai lah pembuatan mie aceh, selanjutnya aku pun melanjutkan ke proses perebusan mie aceh, ketika aku merebus mie dengan ukuran lebih kurang 8 kg langsung saja ada seseorang bapak-bapak yang datang dan menanyakan berapa harga mie aceh 1 kg, sambil ku angkat mie dari sebuah belanga yang berisikan air mendidih langsung saja ku jawab 1 kg mie aceh harganya Rp. 7.000 langsung saja di pesan oleh bapak tersebut sebanyak 15 kg, dengan bersegera aku langsung mengatakan iya, tunggu sebentar pak 2 kali rebus sudah cukup pnya bapak, sambil menunggu mie selesai bapak bisa belanja bahan yang lain terlebih dahulu pak, bapak-bapak tersebut pun mendengan perkataan ku dan langung belanja sayuran ke sebelah kede ku.
Teringat aku dengan keyakinan ku yang berusaha terus bangun di waktu subuh dan langsung saja aku mengais rezeki dan disertakan dengan doa ku tadi bahwa tak mungkin suatu usaha tidak di beri hasil. Karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.
Setelah ku bungkus bapak tadi pun mengambil dan membayar uang mie aceh nya dan langsung saja dibawa pulang untuk di pergunakan pada acara wirit. Setelah itu proses perebusan mie aceh pun selesai semua.
Perebusan Mie Aceh Selesai
Setelah selesai aku merebus mie aku pun melihat bahan bumbu ternyata bawang merah, ketumbar dan cabai Merah sudah hampir habis, langsung saja di beli oleh ibu ku bahan-bahan tersebut, setelah di beli bahan-bahan tersebut di rendam sebentar langsung aku menghidupkan mesin gilingan bumbu, dan aku giling semua bahan tersebut.
Giling Bawang Merah
Giling Ketumbar
Giling Cabai Merah
Selesai aku menggiling langsung saja ku bersih akan gilingan dan aku pamit pulang kepada ibu ku, karena aku harus masuk ke kantor Mahkamah Syar'iyah Kualasimpang. Setiba di rumah sarapan sudah di sediakan oleh istri ku, langsung saja ku santap sarapan pagi ku hingga habis, setelah itu langsung aku mandi dan berkemas untuk berangkat ke kantor. Keadaan sudah rapi waktu telah tiba untuk masuk kantor, langsung aku mengeluarkan, mencagak dan mengengkol si vespa ku. Tapi sebelum berangkat aku tak pernah lupa mencium si mungil ku dan berpamitan dengan istri ku sambil menyalaminya. Lanjut, vespa pun sudah siap untuk di kendarai, langsung saja ku kendarai hingga sampai di kantor Mahkamah Syar'iyah Kualasimpang, ku parkir kan dengan manis vespa ku di area parkir gratis.
Parkir Vespa
Langsung aku masuk ke ruangan dan aku lanjuti dengan mengerjakan semua pekerjaan ku yang sudah menumpuk.
Kerja
Tak terasa waktu terus berjalan tenyata jam sudah menunjuk pukul 13.30 wib, langsung aku pergi tempat wudhu untuk berwudhu dan ku kerjakan shalat dzuhur ku, selesai shalat dzuhur ternyata angga dan riki sudah membeli makan siang untuk kami. Langsung saja ku buka bungkusan nasi dan ku santap nasi tersebut karena aku sudah kelaparan.
Makan Bersama di Kantor
Selesai makan ternyata kami ada agenda untuk mendampingi klien ke BPN (Badan Pertanahan Negara).
Kantor BPN Aceh Tamiang
Langsung aku, angga dan klien kami masuk ke kantor dan berkonsultasi dengan petugas loket, di arahkan lah kami untuk menjumpai atasan mereka yang bernama Bapak Parmono, dan kami berbincang lama dengan beliau untuk mencari solusi (jalan keluar) terhadap perkara klien yang kami dampingi. Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 15.00 wib, pembahasan telah selesai dan pada akhirnya solusi kami temukan kami pun langsung pamit untuk kembali pulang. Aku dan angga kembali ke kantor dan klien kami langsung saja pulang ke rumahnya, ketika kami sampai ke posbakum ternyata bang irfan sedang mengikuti sidang jinayah di sore ini langsung aku duduk di sebelah bang irfan namun aku tidak menampakkan diri ku di hadapan kamera karena sidang jinayah di sini diselenggarakan secara virtual.
Sidang Secara Virtual
Dengan berjalannya sidang ternyata sidang tidak kunjung selesai-selesai, jam pulang kantor kami telah tiba dan kami pun belum bisa pulang karena sidang belum selesai, padahal jam sudah menunjukkan pada pukul 17.03 wib.
Masih Sidang
Lelah kami mengikuti persidangan di hari ini dan akhirnya pukul 17.30 wib selesai juga, langsung aku membereskan perlengkapan kantor ku, manjinjing tas ku dan langsung kami bubar pulang. Ku engkol vespa ku dan langsung aku cuuuss pulang.
Perjalanan Pulang Kantor
Setiba aku di rumah, ku beri salam dan aku masuk kamar melihat bahwa si mungil ku dengan nyenyak ya dia tidur, langsung ku ambil handuk mandi dan ku kerjakan shalat maghrib ku dan ku lanjuti dengan mengerjakan kegiatan seperti biasanya hingga aku terlelap tidur.
Ini lah kegiatan rutinitas ku se hari-hari teman-teman.. Semoga kalian membacanya ya...
Wassalam....
@qhamal
Memang bereh Pak Advokat 👍👍
Salfok sama vespanya, itu px atau sprint ya.. 🙃
👍👍👍
PX bg,,
Gasss pooolllll
Pollllll
bereeh
👍
This post has been rewarded by @steemcurator08 with support from the Steem Community Curation Project.
Follow @steemitblog to get info about Steemit and the contest.
Anroja