Caraku Melakukan Financial Check Up!
Hai! Aku ingin berbagi tentang pentingnya melakukan simple financial check up. Seperti medical check up, financial check up juga perlu dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi keuangan kita dalam jalur yang tepat. Selama financial check up, kita perlu memantau pemasukan, pengeluaran, tabungan, aset, kewajiban, investasi, dan lain-lain. Portofolio Indonesia merekomendasikan untuk melakukannya setahun sekali atau setelah menghadapi peristiwa besar yang membutuhkan banyak uang.
Berikut adalah tahap-tahapnya:
1. Evaluasi Kondisi Kehiduapan Saat ini
Tahap pertama dari financial check up adalah melihat perubahan-perubahan dalam hidup kita dan mengubah tujuan finansial kita sesuai kebutuhan. Selanjutnya, kita perlu memantau progress pembayaran utang dan menghitung Debt to Income ratio (DTI) kita. Idealnya, DTI harus berada di angka 35% ke bawah dan jumlah utang harus menurun setiap tahunnya.
2. Evaluasi dan Atur Ulang Tujuan Keuanganmu
Setelah melalui perubahan hidup, penting bagi kamu untuk meninjau kembali tujuan keuanganmu. Apa yang ingin kamu capai selanjutnya? Apakah goals awalmu perlu diubah? Tujuan keuangan ini beragam sesuai dengan kebutuhan, seperti menyiapkan dana pensiun, dana darurat, memulai bisnis, atau membeli rumah.
Setelah memiliki tujuan yang jelas, selanjutnya kamu bisa memecahnya menjadi langkah-langkah yang terukur untuk mencapai tujuan tersebut. Pertimbangkan hal-hal yang harus kamu lakukan setiap bulan atau setiap kuartal agar tujuan tersebut dapat tercapai. Namun, pastikan kamu tetap dapat memenuhi kebutuhan dasar sambil menyisihkan uang untuk mencapai tujuanmu.
3. Pantau Pembayaran Utang
Salah satu aspek penting dari pemeriksaan kesehatan keuangan adalah memantau utangmu. Kesehatan keuangan dapat diukur dari jumlah aset yang lebih besar daripada utang. Oleh karena itu, penting untuk meninjau kembali kemajuan pembayaran utang yang kamu miliki. Jika kamu memiliki utang, maka kamu perlu memprioritaskan pembayaran hutang di atas tujuan lain.
Hitunglah rasio utang terhadap pendapatan (Debt to Income Ratio/DTI) yaitu total utang dibagi total pendapatan. Idealnya, DTI berada di bawah 35% menurut The Balance. Selain itu, idealnya jumlah utangmu menurun setiap tahunnya. Namun, jika utangmu malah meningkat, kamu perlu mencari strategi keuangan baru. Salah satunya dengan memotong pengeluaran dari pos lain untuk membayar utang.
3. Siapkan Dana Darurat
"Life is full of surprises," ada banyak kejadian tak terduga yang membutuhkan banyak biaya. Dana darurat penting sebagai jaring pengaman saat kondisi darurat terjadi seperti PHK, bencana alam, dan sebagainya. Jumlah dana darurat sendiri tergantung dari total penghasilan, pengeluaran, dan tanggunganmu. Namun, aturan praktis yang banyak digunakan yaitu siapkan dana darurat sebesar total pengeluaran selama tiga sampai enam bulan. Namun, jika kamu memiliki tanggungan, maka besaran dana darurat perlu ditingkatkan.
Itulah dia tahapan melakukan financial check up versiku. Semoga membantu yaa!
Cek blog https://academy.portofolio.co.id/ untuk info menarik lainnya seputar financial planning